Tampilkan postingan dengan label About Me 'n Futsal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About Me 'n Futsal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 November 2008

Futsal Bareng Senior

Capek banget... Mungkin kata itu tepat untuk merepresentasikan kondisi fisik aku sekarang. Tubuh kurang fit, setiap persendian tangan dan kaki terasa linu dikit. Abiz dua hari berturut-turut aku olah raga dengan porsi yang agak berlebihan. Dua hari sebelumnya, maen tenis bareng teman-teman dan senior sampai dua puluh set lebih. Busssyeeettt....

Tapi aku tetap ingin mengupdate blog kesayangan ini, biar tampak lebih 'hidup'. Kali ini, aku mau share tentang pertandingan futsal di Lagross Lawang, kemarin.

Seperti biasa, jadual futsal di kantor aku rutin dilakukan setiap rabu malam kamis. And tempatnya, tidak jauh-jauh di sekitar area Malang dan sekitarnya. Belum sempat ekspansi ke kota lainnya (He..emang mau touring....).

Nah, kemarin kita kebagian jadual agak malam, pukul 21.00, karena diluar jam itu sudah di booking semua. Ya, mau gimana lagi, acara futsal harus tetap berjalan. Kita pun janjian kumpul di kantor sekitar pukul delapan malam.


Malam menjelang, kita pun segera pulang ke kontrakan (kost) kita masing-masing, untuk segera mandi, sholat, makan malam and kemudian balik lagi ke kantor dengan membawa peralatan futsal.

Tepat pukul delapan malam, teman-teman sudah ngumpul dikantor. Dengan mengendarai mobil kantor, kita sekitar tujuh orang, berangkat menuju Kota Lawang, tepatnya di La Gross Futsal di sekitar kawasan Patal Lawang. Futsal kali ini di tempat yang sama mungkin sudah sekitar kelima kalinya.

Sementara itu, Dicky yang biasanya menjadi driver dari rombongan, go to Lawang lebih awal dari kita. Ia menemani para senior (Pak Heru, Pak Marno dan Pak Irfan), yang punya janjian ketemu dengan seseorang kerabatnya di daerah Purwosari, Pasuruan. Tepatnya, di warung Republik Telo, milik Bapak Unggul.

Sekitar pukul 20.45, kita sudah tiba di lokasi, dan ternyata rombongan Dicky datang sepuluh menit lebih awal dari kita. Sembari menunggu jadual yang sudah di order, kita ngobrol-ngobrol sejenak, istirahat menghilang sedikit lelah dari perjalanan dan kemudian ganti baju plus memakai sepatu.

Bel....di dalam ruangan pun berbunyi, pertanda jadual kita sudah di mulai. Kita pun segera memasuki lapangan, pemanasan ringan, lari-lari, senam, passing-passing ringan dan latihan shot on goal.

Tak lama kemudian, pertandingan pun dimulai. Tim pertama terdiri dari : Aku, Eko unit, Helmy, Erga, Iwan dan Gigih. Dan tim dua terdiri dari: Pak Heru, Pak Marno, Dicky, Didin, Anak Pak Unggul dan Krisna. Sementara, Sandy menjadi cadangan sementar di luar lapangan, yang kemudian menggantikan Krisna di pertengahan perjalanan. Pak Irfan menemani Pak Unggul, menjadi supporter sekaligus pengamat pertandingan. He....

Dalam pertandingan ini, komposisinya memang tidak seimbang, sehingga perbedaan gol sangat mencolok, ya... kira-kira sekitar 12:7. Maklum di tim pertama komposisinya muda-muda semua dan mempunyai jam terbang tinggi. Sedangkan di tim kedua, terdiri dari pemain veteran yang mempunyai kondisi fisik menurun. Kalau dulu, mungkin mereka pemain sepak bola, tapi sekarang mereka tidak bisa melawan usia. Maka wajar, yang muda memenangkan pertandingan.

Di akhir pertandingan, teman-teman nyletuk, "Kalah enom, Pak!". Tapi, kalau melihat permainan mereka, kita bisa menilai mereka pernah menjadi pemain yang cukup hebat. Dalam pergerakannya, kita bisa melihat beberapa teori yang mereka praktikan. Dan nafas mereka juga masih bisa dibilang bagus dengan ukuran yang sekitar 50 tahunan keatas. "Top Bgt, Pak!. Salutttt..."

Rehat sebentar, sambil menenggak sebotol minuman mineral atau soft drink, sambil lalu guyon-guyon kecil, lalu kita pun beranjak dari tempat duduk untuk go back ke Kota Pasuruan lagi. Driver perjalan pulang di rombongan kita di handle oleh Sandy, yang sudah cukup berpengalaman di Jakarta beberapa tahun yang lalu.

Waktu menunjukkan sekitar pukul 23.15, kita baru tiba di kantor. Erga dan Gigih memilih untuk langsung pulang, sementara Aku, Krishna, Iwan dan Sandy memilih untuk makan malam dulu. Seoalnya, laper banget. Dari pada gak bisa tidur, pikir kita. Kita pun langsung looking for warung, dan spontan kita sepakat menuju warung di sebelah dealer honda, di daerah pusat kota bagian barat, pinggiran jalan raya menuju Surabaya.

Seperempat jam berlangsung, tak terasa kita sudah menyantap sebungkus nasi dan segelas minuman, perut kita pun 'mengangguk' pertanda kenyang. Lalu, kita pun segera cabut go home, karena tubuh sudah tak kuasa lagi menahan capeknya dan mata pun rasanya ngantuk banget.....

And.... Kita pun istirahat. Met malemmmzzzz.... See U're All at Next Macth !!!

Read More >>>

Rabu, 08 Oktober 2008

Terlupakan: Futsal di LaGross Lawang

Ada satu hal yang terlupakan, akibat begitu banyaknya kesibukan plus bersambung dengan liburan lebaran yang cukup panjang. Sehingga, admin belum sempat meng-update informasi dib log ini. Salah satunya belum terekspose adalah futsal di Lawang.

Kali ini, kita merubah pakem lokasi yang selama ini kita jalankan. Main futsal di Kota Malang yang telah berlangsung sekian kali, kita geser agak ketimur, yaitu menuju Kota Lawang. Sebuah kota kecil berkembang yang terletak dikawasan timur Kabupaten Malang.

Lagross Futsal namanya. Lokasinya disekitar patal Lawang kearah utara sekitar tiga ratus meteran. Terdapat sebuah kompleks bagunan yang terdiri dari, bangunan untuk futsal indoor, minimarket dan café.

Kondisinya memang sedikit berbeda dengan lokasi sebelumnya. Bangunan minimarket yang terdapat dalam kompleks tersebut menambah suasana sekitar lebih menarik. Para pelanggan yang mau main futsal biasanya membutuhkan minuman ringan, snack, balsam atau barang-barang lainnya. Semuanya tersedia didalamnya.

Cuman, di lokasi ini hanya menyediakan dua lapangan yang kondisinya dibawah level Champion Futsal I/II dan Arena Futsal di Malang. Rumputnya pun agak tebal, sehingga cukup berat untuk menendang bola. Untungnya beban bola yang ada disana lebih ringan, jadi masih cukup balance untuk urusan sepak menyepak.

Sementara itu, berkaitan dengan pertandingan cukup seru terjadi. Mengingat fisik teman-teman semakin berkembang, karena sering training, berpengaruh juga terhadap stamina dan pola permainan lebih aktraktif. Yang dominan kali ini, aksi duet dari Ecko Unit dan Helmy. Umpan satu duanya berjalan apik, lancar dan membuahkan begitu banyak gol, termasuk gol-gol indah.

Maaf, untuk skor admin lupa. Maklum ditulisnya baru sekarang, sedangkan permainan futsalnya udah sekitar dua minggu yang lalu. Admin khan juga manusia, punya lupa. Catatan juga gak ada. Sori, khan masih suasana lebaran. He…!!!

Yang menarik dan masih terekam di memori admin adalah kostum unik yang dipakai Iwan. Celana pendek putih bergambar kembang-kembang hitam dengan ukuran agak mini menjinjing keatas, sehingga menampakkan setengah bagian pahanya. Kontan teman-teman menjulukinya, pemain seksi dan paling nyentrik.

Sesekali, teman-teman juga meneriakinya ‘saltum’: salah kostum!. Mungkin Iwan lupa kalau mau main futsal, dia pikir mau renang atau mau jalan-jalan ke pantai. Tapi, Iwan cuek aja. Emang mau gimana lagi katanya. Celana pendek satu-satunya, yang lain belum dicuci. Ih…bau apekz, bozz!!!

Permainan hanya berlangsung satu jam, seperti biasanya.. Sebenarnya disana ada bonus satu jam untuk satu jam bermain. Sayangnya, bonusnya berlaku hingga 30 September 2008 dan jam diatur hanya mulai jam delapan pagi hingga jam empat sore.

Gila, pikir kita. Ini bonus beneran apa sekedar lip service semata. Bayangkan jam segitu waktunya kita kerja dan batas waktu juga tidak memungkinkan, karena kita harus mudik ke kota kita masing-masing untuk merayakan lebaran bersama keluarga.

Akhirnya, kita putuskan untuk tidak mengambil bonus tersebut. Lalu kita duduk istirahat sebentar and setengah jam berikutnya kita langsung berangkat kembali menuju ke Pasuruan dengan driver Sonny, tepat pukul 21.00 waktu itu. Sekian, cerita singkat yang terlupakan sebelum lebaran !!!

Read More >>>

Kamis, 18 September 2008

Machung's Futsal (Edition II)

Champion Futsal II di Machung sungguh istimewa. Salah satu arena futsal yang bersifat out door ini, mempunyai beberapa kelebihan fasilitas. Terletak di kawasan perumahan elit di kawasan Universitas Machung Malang, lokasi ini tampak lebih fulgar, karena lapangannya di satu sisi (utara) tampak begitu jelas terbuka, sehingga bisa dilihat langsung oleh orang lain (penonton) di taman atau di café yang teletak di bagian depannya.

Terdapat tiga buah lapangan yang tersedia, dengan dua ukuran sama dan satu lapangan dengan ukuran lebih besar. Toilet di samping kiri juga terlihat bersih dan terawat. Di bagian receiptionist juga menyediakan berbagai makanan-minuman, tersedia juga kaos dan sepatu futsal, serta menyediakan rompi yang bisa dipake secara gratis. Di samping itu, para receiptionist-nya pun begitu ramah dan murah senyum.

Ada bonus pula yang disediakan, yaitu setiap penyewaan lapangan atas nama yang sama sebanyak lima kali akan mendapatkan jadual sparing dengan user lain hanya dengan membayar biaya administrasi Rp.25.000. Jika salah satu team mendapatkan kartu (merah/kuning) maka didenda Rp. 50.000, tapi apabila team tersebut memenangkan pertandingan, dengan sendirinya denda itu gugur.

Untuk soal prize, disini memang agak mahal, berkisar sekitar Rp. 200.000 per jam (diatas jam 18.00) untuk malam hari dan Rp. 150.000 untuk siang hari. Harga ini memang lebih mahal bila dibandingkan dengan lokasi lain yang pernah kita kunjungi, di Champion Futsal II (PBI) dan Arena Futsal Tidar, yang berkisar hanya Rp. 175.000.

Maka dari itu, kita memutuskan untuk kali ini memilih kembali lokasi tersebut. Bahkan, order-nya telah kita pesan sekitar dua minggu yang lalu, dengan jadual yang dipilih pukul 21.00. Atas nama pemesanan tetap menggunakan nama ‘Sonny Oktafianto’, dengan maksud seperti yang terungkap diatas tadi (bonus, men!).

Kita berangkat dari Pasuruan sekitar pukul 19.30, janjian sebenarnya pukul 19.00, tapi ya…gitu dech… (mesti telattt….., sudah budaya lagi!). Jumlah rombongan yang ikut serta bertambah banyak menjadi sekitar 15 orang, antara lain: Dicky, Ecko ‘Ndra, Hamdan, Iwan, Sandy, Khrisna, Didin, Ecko Unit, Helmy, Ananta, Agung, Suhadak dan Irdham. Plus ada pemain tamu dari Surabaya, yaitu Nauval dengan didampingi pasangannya, Istiqomah.

Tak pelak, kita yang biasanya membawa satu mobil cukup, kali ini No Capacity. Mau tidak mau kita harus bawa dua mobil. Akhirnya, yang kita bawa Isuzu Panther dan Honda Jazz milik Khrisna. Itupun masih berdesak-desakan.

Sesampainya disana, kita masih mempunyai kelonggaran waktu sekitar 15 menit. Ya, kita tiba disana kira-kira pukul 20.45. Ketika user yang lain masih bermain, kita datang. Memang lebih baik, tidak seperti sebelumnya terkesan terburu-buru. Dengan kondisi demikian, kita masih bisa nyantai-nyantai sebentar untuk melepas lelah selama perjalanan.

Kita juga bisa ganti pakaian dengan tidak tergesa-gesa, bisa juga beli roti atau minuman untuk melepas sedikit dahaga. Bisa juga kita tengok-tengok pemandangan alam di sekitar lokasi. Ada taman indah, dengan tetumbuhan hijau lebat dan padat. Alam yang asri menambah suasana semakin mengasyikkan.

Berselang beberapa waktu, kita pun langsung kick off, pertandingan di mulai. Kita bergantian main, karena sisa tiga orang dari kita yang jadi cadangan. Jadi sepuluh diantara kita mengisi line up, sementara sisa menunggu di pinggir lapangan. Setiap ada yang kelelahan langsung meminta ganti salah seorang dari kita yang belum main. Dan seterusnya demikian, hingga pertandingan usai.

Yang menjadi star dalam pertandingan tersebut adalah Onny, yang mampu melesakkan tiga gol kegawang lawan. Hatrick kali ini merupakan yang kedua dilakukan oleh pemain berpostur tinggi, bak Peter Crouch ini. Giringannya oke, tendangan keras-akurat dan memiliki kemampuan heading yang bagus.

Skor akhir dari pertandingan ini tidak jelas, karena satu diatntara kita bergantian satu sama lain dan dari team satu dengan team yang lain. Dari skor di akhir pertandingan amburadil, tak terdeteksi dengan jelas. Yang bisa dilihat hanya skill individu yang menonjol dan mencetak gol banyak seperti yang tersebut diatas.

Pertandingan berakhir pukul 22.00, kita keluar lapangan, ganti pakaian dan minum-minum sejenak, kemudian masuk kembali ke mobil dan go back ke Pasuruan. Dan usai sudah Futsal di Machung edisi kedua. Sampai jumpa di edisi berikutnya!.

Location : Machung ; Date : 17 Sept 2008

Read More >>>

Kamis, 11 September 2008

Gila, Skor Futsal 8:8

Seminggu sudah berlalu, setumpuk pekerjaan tlah kita bereskan, sejumput harapan untuk refreshing kembali datang. Wednesday tiba lagi. Hari yang kita nanti-nantikan di middle week, yaitu: Futsal!

Kali ini, kita bertualang lagi ke lapangan futsal yang lain. Setelah menjelajahi Arena Futsal di Kawasan Tidar, Champion Futsal Idi Machung, sekarang kita mencoba menjejakkan kaki di Champion Futsal II di areal Perumahan Blimbing Indah (PBI), dekat terminal Arjosari-Malang.

Seperti biasa, order kita lakukan sekitar jam 12.00, waktu istirahat kantor. Bagian ini di-handle oleh Sony dan Dicky, sepasang sahabat yang ditengarai mempunyai hubungan “special”. Ha… Schedule pertandingan pun diperoleh dari hasil negosiasi dengan receiptionist setempat, tepatnya pukul 19.00 WIB

Untuk peserta, kita kedatangan dua orang baru dari sektor unit, yaitu Irdham, Erga dan Ananta. ketiganya, selama ini memang sudah cukup intens dengan olahraga futsal, apalagi Irdham, yang asli Malang, dia sudah mencicipi semua lapangan futsal yang ada di kota itu.

Namun, di sisi lain, ada penambahan ada pula juga ada beberapa diantara kita yang tidak turut serta dengan alasan tertentu, Hamdan, Khrisna dan Agung. Untuk Khirsna di kabarkan sedang melakukan negosiasi di wilayah Gempol, untuk urusan bisnis, sehingga dia tidak bisa hadir di lapangan.

Sementara itu, Hamdan, setelah melakukan serangkaian diagnosa di ruang medis, dia positif dinyatakan tengah mengalami cedera punggung (mungkin olahraganya berlebihan, abiz maen futsal, di rumahnya dia (maaf) masih main Moetzel –dimoetz pe kezel…). So, tim medis dalam pers realese-nya mengeluarkan statement, bahwa Hamdan dalam status injury dan tidak layak bermain.


Untuk Iwan, yang minggu kemarin tidak ikut bermain karena cedera lutut, kemarin dia telah ‘merumput’ lagi. Soal Agung akan lebih detail kita jabarkan selanjutnya.

Waktu di kantor, tlah berada di angka 17.1 5, padahal perjanjian sebelumnya, kita kumpul sekitar jam lima sore. Terlambat lagi, rek….(pancet wae!!!) Hanya Agung yang menampakkan hidungnya, sedangkan teman-teman yang lain belum juga kelihatan, sekedar bayangannya sekalipun. .

Perlahan jarum jam terus berputar, tak terasa waktu sudah menunjuk sekitar pukul 17.35, kontan kita bergegas naik ke mobil, karena sebentar lagi waktu berbuka (adzan maghrib) tiba. Kita memang berencana berbuka di tengah-tengah perjalanan. Eh……malah Helmy belum nongol juga.

Tak pelak, beberapa menit kemudian, adzan manghrib dari masjid di belakang kantor kita terdengar dengan lantang. Allahu Akbar ….Allahu Akbar ……..Ya apa boleh buat, terpaksa kita turun lagi dari mobil, lalu segera menenggak segelas air mineral plus sepotong roti yang dibawa Dicky untuk membatalkan puasa dan menunaikan ibadah sholat.

Seusai serangkaian ibadah tersebut, Helmy baru datang dengan menggelantungkan tas di pundaknya berjalan gontai ia menghampiri sekumpulan teman-teman. Nah, Agung yang datang paling awal malah mengerjakan tugas kantor di ruangan dan menyatakan cancel tidak ikut dalam rombongan. Maklum, mungkin ia kesal, karena kita janjian jam lima sore berangkat, dilalah baru go jam enam malem. (Sorry, mas Agung !!!) Untuk Helmy, lain kali jangan terlambat lagi ya………

Apapun yang terjadi, lagi-lagi kita anggap itu seni. Sekelumit kisah yang bisa menjadi cerita menarik dalam rentetan kehidupan ini di masa mendatang. Memang begini, setiap proses aktivitas yang kita lakukan pasti ada momen-momen tertentu yang tak lepas dari goresan tinta sejarah kehidupan umat manusia.

"Ayooo...nda, cepetan. Wis bengi lho...", panggil Dicky dengan logat khas Jombang-nya, yang kemarin tetap mempertahankan hegemoninya sebagai driver. Karena teman-teman yang ikut jumlahnya lebih banyak dari sebelumnya, sementara mobil yang ada dikantor cuma satu, terpaksa kita usel-uselan. Ecko dan Sony duduk di bagian depan, ditengah ada Didin, Iwan, Sandy dan Onny dan di belakang ada Helmy, Irdam, Ananta dan satu orang yang ngampung dari kantor, turun di Pasar Kebonagung (ya sekalian beramal bantu orang, apalagi dibulan puasa). Disekitar daerah pleret, Ecko unit sudah berdiri di pinggir jalan, bak perawan yang lagi nunggu jemputan. All is complete, Dicky langsung tancap gas........ BReMzz......

Alhamdulillah.... yang pertama kita ucapkan untuk keselamatan telah sampai ditujuan, yang kedua, kita datang tidak datang dalam keadaan terlambat seperti halnya dua episode yang lalu. Jam dinding yang terpampang didalam ruangan masih menunjuk angka 18.45, jadi ada sekitar 15 menit bagi untuk mengisi perut sejenak (belum buka, men...), walau hanya sekedar sepotong roti untuk menambah energi sebelum bermain.

Tak lama kemudian, bel berbunyi pertanda waktu order kita tlah tiba. Segeralah kita berganti baju olahraga dan menyusup kedalam lapangan melalui sekat yang terselip di diantara jejaring yang mengitari lapangan.

Di awal, kita melakukan pemanasan dulu, meregangkan otot, lari-lari kecil, passing,dll. Lalu, kita pun membagi diri menjadi dua tim. Tim A, terdiri dari Ecko, Didin, Sandy, Onny, Iwan dan Sonny. Tim B, terdiri dari Helmy, Irdham, Ananta, Ecko Unit dan Dicky. Pritzz, game dimulai....

Oper sana-oper sini, lari kekanan kekiri, giring sana giring sini, meliuk-meliuk, tendang lambung,dll. Dan akhirnya, gol pertama pun tercipta di menit ke 8 melalui tendangan kaki kanan sang alone striker, Sonny, setelah mendapatkan assit dari Sandy dari sayap kiri. Pertandingan baru berjalan enam menit (14'), sony kembali menggandakan kemenangan untuk tim A menjadi 2:0, berkat umpan matang dari Didin yang melakukan penetrasi dari belakang.

Padahal, Tim B telah melakukan serangan bertubi-tubi di 15 menit awal, namun berkat kegemilagan penampilan sang kiper, Onny, yang mampu menepis berkali-kali tendangan keras Ecko Unit dan Helmy, gawang Tim A pun terhindar dari kebobolan gol. Wajar saja, Onny, sudah terbiasa menangkap bola basket, yang skalanya lebih besar dari bola futsal, karena adalah pebasket handal.

Pada menit ke 16', Tim B mampu memperkecil ketertinggalannya lewat gol yang dilesakkan oleh Helmy melalui kerjasama yang cantik dengan Ecko Unit dari sektor tengah lapangan. Belum lima menit, Tim B kembali mencetak gol melalui tendangan keras Ecko Unit, sehingga tak mampu dihadang oleh kiper Tim B, yang waktu sudah di gantikan oleh Iwan. Kedudukan imbang, 2:2.

Selanjutnya, Onny yang beralih posisi dengan Iwan langsung menempati pos striker. Tanpa diduga, ternyata dia multi talenta. Onny mampu melesakkan tiga gol ke gawang Tim B yang dikawal Ananta, pada menit 19', 23 melalui tendangan firstime dari sisi kanan dan heading manis stelah menerima crossing dari Sandy di menit 31'.

Ketika kedudukan 4:2, tendangan keras Helmy di menit 26' yang berbuat gol sempat mengoyak detak jantung Iwan yang menjaga gawang, karena dilakukannya dari titik kick off. Namun, aksi itu pun dibalas kemudian oleh tendangan keras Ecko dari tengah lapangan pula pada menit 33'.
Dalam pertandingan ini Sandy, juga mencebloskan gol sebanyak dua kali, yaitu pada menit ke 29' dan 38'.

Gol lainnya juga di cetak oleh Irdham di menit 21' dan 25'. Dua gol lagi diciptakan oleh Ananta di menit 35' dan Helmy di menit 41'. Kemudian, Dicky menutup pertandingan dengan golnya di menit ke 44' setelah mendapatkan umpan terobosan dari Ecko unit. Skor Akhir menjadi 8:8.

Gila.... ini pertandingan apa bakti sosial. Sama-sama mencetak gol banyak, sama-sama kebobolan dengan jumlah yang banyak pula. Tapi, ya ini yang kita namakan entertainment futsal, bermain futsal dengan orientasi hiburan. Jangan salah dulu, semangat sportivitas tetap dalam level yang tinggi. Kita tetap bermain dengan taraf maksimal skill yang kita miliki. Cuman bingkainya kita adalah refreshing.

Kita tidak perduli berapapunn skornya, yang kita pedulikan adalah rasa kebersamaannya, keguyupannya, kekeluargaanya, kegotongroyongannya (urunan, rek...bayare!) dan segala rasa yang dapat menumbuhkembangkan ikatan diantara kita bahwasanya kita sama-sama berada dalam environment yang sama, yaitu satu naungan instansi.

Dunia kita ...............Dunia kerja..............

Karena, dunia (kerja) kita sama, kita acapkali ketemu, tegur sapa, berinteraksi, dll. Bahkan intensitasnya jauh lebih lama bila dibandingkan dengan ruang waktu kita untuk keluarga kita, anak-istri kita dan orang-orang terdekat yang kita cintai.

So, futsal menjadi satu solusi terbaik untuk mempererat ikatan ini. Karena, sesungguhnya kita memang sama-sama gibol (gila bola). Bagi kami, futsal memberikan stimulasi tersendiri untuk meningkatkan semangat kerja kita di esok hari dan seterusnya.

See Uuu......... di futsal macth berikutnya : 17 Sept 2008 at Machung lagi.
Selamat bekerja kembali.........Sukses!!!

Read More >>>

Rabu, 10 September 2008

Futsal di Machung

Acapkali rutinitas di lingkaran dunia kerja membuat kita lelah, kesal, penat dan bosan. Hanya kebersamaan, kekeluargaan, kesetiakawanan, yang bisa menjadi penawar dahaga emosional di pikiran kita. Rentetan tugas dan hamparan target yang membentang di depan kita terasa lebih ringan—jika kita hadapi bersama.
Futsal adalah secuil penawar itu yang coba kita create. Sport minatur dari sepak bola ini sudah jamak merupakan favorit dari khalayak ramai. So, kita manfaat kesamaan hobi ini dalam bingkai pertandingan sederhana ala kadarnya, yang penting bisa happy.
Jarak yang jauh dari Pasuruan menuju Malang, kota terdekat yang tersedia lapangan futsal, tak jadi soal bagi kita. Justru dalam perjalanan itu, setidaknya sedikit tlah menjadi penawar rasa capek akibat kerja kita seharian. Rasa capek bagi kita yang di lapangan karena muter-muter cari nasabah, collect data, survei, dll. Rasa capek bagi kita yang di bagian operasional, karena setumpuk berkas yang berserakan dimeja, melayani puluhan nasabah, terima complain keluhan nasabah, dll. Hilang……..begitu saja, dengan canda dan tawa di antara kita sepanjang jalan.

Begitu tiba di lokasi. Ternyata waktu tidak berpihak ke kita. Kita terlambat. Jam dinding di lokasi menampakkan wajahnya dengan menunjuk angka 20.15, padahal kita order jam 20.00. Maklum, orang Indonesia, waktu sering molor bak jam karet mau putus Wajar aja, seharusnya kita melaju dari kisaran waktu19.00 terpaksa tertunda hingga 30 menit kemudian, dengan anekaragam alasan masing-masing dari kita.

Padahal Big Dicky, yang jadi driver sudah langsung tancep gas dari start (Kantor Cabang Pasuruan). Bicara history, dia memang sudah mempunyai segudang pengalaman dalam urusan joki mobil. Dia pernah terlibat dalam kasus ugal-ugalan di jalanan di kelahirannya, Jombang. Di masa kecilnya, ia juga pernah menjadi champion dalam sebuah turnamen balapan roda empat. Walau hanya sekedar dalam skala balapan mini, yaitu Bom-Bom Car. He…

Itu namanya usaha. Tapi, sejauh yang kita tahu, seberapapun usaha kita (yang namanya memaksakan kehendak), hasilnya juga tak akan maksimal. Waktu perjalan dari Pasuruan ke Malang seharusnya ditempuh dalam rentang 1 jam, sementara jarak waktu kita dari pemberangkatan mengejar titik waktu order kita hanya sekitar setengah jam. Ujung-ujungnya, ya itu tadi …….: terlambat, bozzz!

Namun, itu semua hanyalah sekelumit kisah dari perjalanan kita. Ibarat lukisan tanpa kombinasi dari bermacam-macam goresan, baik goresan, halus, kasar,lurus, melengkung, tebal, miring, tipis,dll tak kan tampak indah. Kita anggap, itu seni.

It’s OK. Meski kita datang pada waktu yang tak tepat dan kita tengok lapangan futsal elastis tampak hijau berkurung jaring tanpa pemain, semangat kita masih ada. Semangat untuk bermain dan semangat untuk saling menghibur.

GOOO… Kita ganti baju, pakai celana pendek, pasang sepatu and……….masuk lapangan. Latihan passing-passing-an sebentar, oper kanan-oper kiri, heading, corner,dll. 15 menit kemudian, pertandingan di mulai: Priiiiiiiiiiiiiiiiiitttzzzzzzzzzzz…

Tendang kanan-tendang kiri, umpan lambung, umpan datar, maju mundur, lari, jatuh, dan lain sebagainya. Begitu kiranya mozaik pertandingan yang bisa digambarkan. Sekitar 20 menit berlalu, keringat bercucuran, lelah tak bisa ditahan, dan salah satu diantara saling berebut jadi penjaga gawang (maklum posisi ini kan lebih nyantai, bisa istirahat meregangkan otot). Biasalah, kita bukan olahragawan, bukan juga jebolan pusat pelatihan futsal, tidak pernah jogging, apalagi fitness, plus rata-rata kita adalah smoker. Mesti aja, ketika bermain yang membutuhkan energi banyak dan nafas yang kuat, nikotin didalam tubuh serentak demonstrasi minta keluar dari rongga pernafasan kita.

Serrrunya……..lagi. Di sela-sela pertandingan, Mr. Suhadak, datang jauh-jauh dari kawasan (KCP) Pandaan dengan mengendarai sepeda motor andalannya, GL Max1997. Wowww… Mestinya dia telah melewati puluhan kilo meter jalanan yang dipenuhi ratusan kilauan lampu disepanjangnya, by self lagi Men!!! Baginya, itu soal mudah, dia sudah terbiasa dengan roda dua kesayangannya dari satu sudut kota ke kota yang lain. Apalagi dia punya satu obsesi: ingin seperti Dani Pedrosa di MotoGp. Hebat khan…

Kedatangan Jacky, panggilan akrabnya, menjadi suplemen tersendiri disaat kita sudah mencapai titik kelelahan. Big Dick, pun melambaikan tangan ke arah Jacky pertanda dia tak mampu lagi melanjutkan pertandingan, mungkin kecapekan abiz ngebut di jalan. Jacky yang memiliki postur bak Carlos Teves langsung masuk ke lapangan, perlahan ia mencari celah untuk dapat umpanan bola. Lari cepat dia kearah lawan. Belum 5 menit masuk lapangan, Jacky telah melakukan tembakan keras kearah lawan yang dijaga Khrisna. Sayang tendangannya melenceng ke atas mistar gawang. Top bgt, Jacky ternyata punya bakat juga maen futsal!

Sementara itu, bicara soal pertandingan diatas antara Tim A (Ecko, Dicky / Suhadak 30’, Sony, Sandy dan Didin) Vs Tim B (Ecko Unit, Helmy, David Khrisna, Hamdan dan Agung) skor akhir menunjukkan angka 4:4. Ini mengindikasikan bahwa masing-masing tim punya striker yang produktif. He…

Keempat gol dari Tim A, dicetak oleh Ecko saat pertandingan baru berjalan 10 menit setelah mendapat terobosan cantik dari Dicky, disusul Gol Sony di menit 25 yang mendapatkan umpan matang dari Sandy di sisi sayap kanan. Pada menit ke 30, Ecko kembali mencetak gol setelah melewati hadangan Helmy dan Ecko Unit di sisi kiri, kemudian melewati sergapan sang kiper, Khrisna. Gol terakhir dicetak pada menit 40 oleh Jacky setelah mendapat umpan terobasan dari Didin.

Selanjutnya, keempat gol dari Tim B, dicetak oleh Helmy di menit ke 15, disusul gol Khrisna di menit ke 20. Di menit ke 32, Ecko Unit dengan tendangan keras mencebloskan gawang dari sisi kiri. Dan di menit-menit akhir menjelang bubaran, lagi-lagi Helmy menciptakan gol. Helmy dengan mudahnya menendangkan bola ke arah gawang yang waktu itu di kawal Suhadak, karena sang kiper lagi membantu Dicky yang tengah terkapar di lapangan akibat gangguan metatarsal di pergelangan kaki kanannya. Gol….. Skor akhir sama: Adil !

Dengan skor sama, tensi emosi kita juga biasa-biasa saja, apalagi ini game hiburan. Tak terjadi apa-apa di ruang ganti, seperti halnya pemukulan oleh Asisten Pelatih Kiper Indonesia terhadap Pelatih Libya di Piala Kemerdekaan ’08 beberapa waktu lalu. Semua berjalan lancar. Tak insiden sedikit pun, yang tersisa hanyalah cucuran keringan dan bau apekzzz………Hiiiiiii……….

Setelah beberapa menit istirahat dan menenggak sebotol air mineral, mizone, susu kedelai, dll, kita dapat mengembalikan energi yang telah banyak terkuras, tubuh kita pun kembali normal. Dan tak terasa jam dinding yang terpampang di salah satu tembok luar toilet di lokasi tersebut telah menunjukkan angka 22.15. Buruan kita berkemas-kemas dan menuju ke mobil untuk comeback ke Pasuruan.

Bick Dick, yang menjadi driver dalam perjalanan menuju Malang tetap mempertahankan kuasanya untuk mengendalikan mobil menuju Pasuruan. Ingin tidak mau tergantikan di posisinya. Meski minumnya susu kedelai, tapi ia tetap bisa memacu mobil dengan kekuatan pacuan kuda. Sungguh luar biasa……. (Entah sebelumnya dia minum susu kuda liar kale… ???). He…

Di dalam mobil, kita tidak bisa menahan rasa lelah dan kantuk. Tak ada lagi keinginan untuk melihat sekeliling kota Malang di tengah malam, yang kata Sony (warga pribumi) banyak cewek-cewek berseliweran di jalanan. Kita hanya bisa terdiam menikmati perjalanan dan menyandarkan punggung ke kursi, hanya sesekali kita bersenda gurau (tidak seperti selama pemberangkatan, guyon puolllzz…).

Sekitar satu jam berlalu, lampu terang di sudut pasar Kebonagung menyilaukan mata, pertanda kita telah memasuki kota Pasuruan. Tak lama kemudian kita telah sampai dihalaman Kantor Cabang Pasuruan.

“Welcome at Pasuruan…..Anda telah tiba di Kantor Anda, Besok Kerja Lagi, Kapan-kapan FUTSAL Lagi. Key!” >>>.

Location : Machung ; Date : 03 Sept 2008

Read More >>>

Selasa, 09 September 2008

The First Futsal Match

Berawal dari ngobrol-ngobrol kecil di kantor menjelang waktu pulang kerja, muncullah ide menarik: maen Futsal. Tapi, ada secuil pertanyaan yang menggilik hati: dimana?. Sony ngasik saran, "yo...nang Malang!". "Gila...jauh banget", pikir kita. Tapi, walhasil kita akhirnya berangkat juga menuju kota dingin tersebut.

Sony mencoba menghubungi receiptionist Arena Futsal di daerah Tidar, and ada jam kosong : jam delapan malam. Order atas nama Sony via telp pun terjadi.

Tepat pukul 19.00 kita berangkat dengan mengendarai mobil kijang berplat nomor X 2750 XX, antara lain: Ecko, Sony, Iwan, Khrisna, Hamdan, Sandy, Didin, Galih dan Fariz sebagai fotografer.
Go Malang................. Let's Play FUTSAL !!!

Sony, mendapat amanah sebagai driver, karena berdasarkan pengalamannya dan dia juga telah familiar dengan jalanan di Malang. Ia, terlahir dan dibesarkan di kota itu, semenjak 28 tahun yang lalu. So, 'jalan tikus' sekalipun dia telah paham tanpa diragukan sedikitpun.

Tapi, sayang, siapapun sopirnya, kalau kita berangkatnya mepet tanpa mempertimbangkan jarak, ujung-ujung jelas terlambat. Benar saja, sampai dilokasi kita tiba jam setengah sembilan. 30 menit berlalu dari jadual order.

Terpaksa kita melakukan negosiasi dengan receiptionist untuk reschedule order kita. "Mbak, kita move ke jam sembilan aja ya....", kata Sony. Lagi-lagi kita belum beruntung, jam tersebut sudah di order orang. Ya, gimana lagi, sudah terlanjur basah mandi sekalian. Sudah sampai di Malang, kalau gak main futsal trus mau ngapain??? Akhirnya, kita pilih jadual yang ada yaitu jam 21.00.

Lantas, sekedar mengisi waktu kosong, kita kemudian mencari warung untuk beli makanan, karena seharian kita belum makan (berbuka puasa). Tak sampai disitu lika-liku perjalanan kita, dari satu warung ke warung yang lain masih saja belum cocok, ada juga karena faktor menu yang kita inginkan habis. Lumayan juga, waktu kita pun tersita.

Tibalah kita di jalan Dinoyo, ada sebuah warung bercat hijau ukuran kira-kira 5 X 4, yang beli banyak, dan pikir kita makananya tentu enak (konsumsi umum). Kita pesan, semuanya sama: nasi + lalapan ayam goreng.

Tak terduga, waktu sudah menunjukkan waktu 20.45, sementar makan belum habis dimakan. Apalagi Fariz dan Galih, terlihat nasi dipiringnya masih tinggal separo. "Ayo cepat...", kata teman-teman, takut terlambat lagi.

21.55 atau lima menit menuju jam order kita, Sony langsung tancap gas lagi menuju Arena Futsal. Setibanya disana, ya eeeelaaaahhhhh....kita terlambat lagi.... (Capek dech!!!). Tapi,kali ini kita tetap aja langsung masuk lapangan, soalnya udah bayar bozzz. Rugi lagi kalau gak maen...

Kemudian, kita pun membagi diri menjadi dua team dan start.... Tendang sana, oper sini, heading, sliding, dan seterusnya. Belum setengah jam, badan kita sudah terasa panas, kepala sepertinya berkunang-kunang, kaki jareman,dll. Terpaksa kita sepakat untuk istirahat dulu, bahkan temen-temen ada yang malah tidur-tiduran di tengah lapangan. (Lucu..., mau main futsal apa mau pindah tempat tidur, mazzz?).

Maklum, ini pertandingan futsal kita yang pertama, atau mungkin juga ini olahraga pertama setelah beberapa abad lamanya kita tidak melakukannya. He... Jadi, tubuh kita (may be) kaget. Otot serasa ditarik-tarik, nafas menggeh-menggeh, tulang terasa linu semua, aduch... pokoknya seluruh badan sepertinya meronta-meronta-ronta.

Dan, akhirnya pluit pertanda waktu order kita udah habis, usai pula permainan (lega rasanya....). Bayangkan, kita sudah lama tidak berolahraga, jumlah pemainnya juga cuma delapan orang bermain dilapangan yang seharusnya untuk sepuluh orang, tanpa melakukan warming up pula sebelumnya. Completed, donk! Skor pun entah kita tidak memperdulikannya.

Tapi, kita merasa puas. Tentunya untuk kebugaran tubuh kita, untuk kebersamaan kita, untuk hiburan kita, untuk refresh pikiran kita yang tersedot sehari-hari ke kerjaan kita dan intinya for anything for us!!!

Sehabis melepas lelah sejenak, kita pun cabut menuju Pasuruan lagi. Sekitar jam satu dini hari kita pun tiba di kota domisili. Pulang ke kosan masing-masing, dan tertidur pulas tanpa bayangan mimpi apapun (soalnya capek banget...).

Met istirahat semua....Sampai jumpa besok pagi!!!.

Date : Wednesday, 27 August 2008

Read More >>>

Blog Soundtrack



Show Chord Of Guitar !

DAPATKAN YANG KALIAN INGINKAN HANYA DI :
www.iniyangkumau.blogspot.com